Sesiapa mempunyai artikel yang best serta bersesuaian mengenai Islam yang mahu disiarkan di sini beserta nama anda, sila emailkan kepada admin@loveloveislam.com

We Love Islam Followers

NoAds!"Love Love Islam" adalah sebuah blog non-commercial. Tiada Iklan. Blog ini diwujudkan untuk berdakwah dan ikhlas semata-mata kerana Allah. Promosi dan iklankanlah "Love Love Islam" di blog anda atau di mana sahaja dengan niat untuk berdakwah. Terima Kasih. - Admin Love Love Islam
Showing posts with label Wanita. Show all posts
Showing posts with label Wanita. Show all posts

Tuesday, November 23, 2010

Adab-Adab Berbicara bagi Seorang Muslimah

16 Zulhijjah 1431H
Oleh : Nur Ihsan

Wahai saudariku muslimah………

1) Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta'ala berfirman:

” لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس ” (النساء: الآية114).

Artinya:

"Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia ". (An nisa:114)

Dan ketahuilah wahai saudariku,semoga Allah ta'ala merahmatimu dan menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.

"عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد ” (ق: الآية 17-18)

Artinya:

"Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir" (Qaaf:17-18).

Maka jadikanlah ucapanmu itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas yang tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.

2) Bacalah Al qur'an karim dan bersemangatlah untuk menjadikan itu sebagai wirid keseharianmu, dan senantiasalah berusaha untuk menghafalkannya sesuai kesanggupanmu agar engkau bisa mendapatkan pahala yang besar dihari kiamat nanti.

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما- عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” يقال لصاحب القرآن: اقرأ وارتق ورتّل كما كنت ترتّل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها رواه أبو داود والترمذي

Dari abdullah bin ‘umar radiyallohu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, beliau bersabda:

dikatakan pada orang yang senang membaca alqur’an: bacalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.

HR.abu daud dan attirmidzi

3) Tidaklah terpuji jika engkau selalu menyampaikan setiap apa yang engkau dengarkan, karena kebiasaan ini akan menjatuhkan dirimu kedalam kedustaan.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” كفى بالمرء كذباً أن يتحدّث بكل ما سمع “

Dari Abu hurairah radiallahu 'anhu,sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta ketika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengarkan."

(HR.Muslim dan Abu Dawud)

4) jauhilah dari sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu, dengan tujuan membanggakan diri dihadapan manusia.

عن عائشة – رضي الله عنها- أن امرأة قالت: يا رسول الله، أقول إن زوجي أعطاني ما لم يعطني؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” المتشبّع بما لم يُعط كلابس ثوبي زور “.

Dari aisyah radiyallohu ‘anha, ada seorang wanita yang mengatakan:wahai Rasulullah, aku mengatakan bahwa suamiku memberikan sesuatu kepadaku yang sebenarnya tidak diberikannya.berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam,: orang yang merasa memiliki sesuatu yang ia tidak diberi, seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan."(muttafaq alaihi)

5) Sesungguhnya dzikrullah memberikan pengaruh yang kuat didalam kehidupan ruh seorang muslim, kejiwaannya, jasmaninya dan kehidupan masyarakatnya. maka bersemangatlah wahai saudariku muslimah untuk senantiasa berdzikir kepada Allah ta'ala, disetiap waktu dan keadaanmu. Allah ta'ala memuji hamba-hambanya yang mukhlis dalam firman-Nya:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم… ” (آل عمران: الآية 191).

Artinya:

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring…" (Ali imran:191).

6) Jika engkau hendak berbicara,maka jauhilah sifat merasa kagum dengan diri sendiri, sok fasih dan terlalu memaksakan diri dalam bertutur kata, sebab ini merupakan sifat yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, dimana Beliau bersabda:

” وإن أبغضكم إليّ وأبعدكم مني مجلساً يوم القيامة الثرثارون والمتشدقون والمتفيهقون “.

"sesungguhnya orang yang paling aku benci diantara kalian dan yang paling jauh majelisnya dariku pada hari kiamat : orang yang berlebihan dalam berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta'ajjub terhadap ucapannya."

(HR.Tirmidzi,Ibnu Hibban dan yang lainnya dari hadits Abu Tsa'labah Al-Khusyani radhiallahu anhu)

7) Jauhilah dari terlalu banyak tertawa,terlalu banyak berbicara dan berceloteh.jadikanlah RasulullahShallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, sebagai teladan bagimu, dimana beliau lebih banyak diam dan banyak berfikir beliau Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam,

menjauhkan diri dari terlalu banyak tertawa dan menyibukkan diri dengannya.bahkan jadikanlah setiap apa yang engkau ucapkan itu adalah perkataan yang mengandung kebaikan, dan jika tidak, maka diam itu lebih utama bagimu. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, bersabda:

” من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت “.

" Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaknya dia berkata dengan perkataan yang baik,atau hendaknya dia diam."

(muttafaq alaihi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu)

8) Jangan kalian memotong pembicaraan seseorang yang sedang berbicara atau membantahnya, atau meremehkan ucapannya. Bahkan jadilah pendengar yang baik dan itu lebih beradab bagimu, dan ketika harus membantahnya, maka jadikanlah bantahanmu dengan cara yang paling baik sebagai syi'ar kepribadianmu.

9) Berhati-hatilah dari suka mengolok-olok terhadap cara berbicara orang lain, seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang yang kesulitan berbicara.Alah Ta'ala berfirman:

” يا أيها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيراً منهم ولا نساء من نساء عسى أن يكن خيراً منهن ” (الحجرات: الآية 11).

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik."

(QS.Al-Hujurat:11)

10) Jika engkau mendengarkan bacaan Alqur'an, maka berhentilah dari berbicara, apapun yang engkau bicarakan, karena itu merupakan adab terhadap kalamullah dan juga sesuai dengan perintah-Nya, didalam firman-Nya:

: ” وإذا قرىء القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون ” (الأعراف: الآية 204).

Artinya: "dan apabila dibacakan Alqur'an,maka dengarkanlah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian diberi rahmat". Qs.al a'raf :204

11) Bertakwalah kepada Allah wahai saudariku muslimah,bersihkanlah majelismu dari ghibah dan namimah (adu domba) sebagaimana yang Allah ‘azza wajalla perintahkan kepadamu untuk menjauhinya.

bersemangatlah engkau untuk menjadikan didalam majelismu itu adalah perkataan-perkataan yang baik,dalam rangka menasehati,dan petunjuk kepada kebaikan. perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar,

berapa banyak dari perkataan seseorang yang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya kedalam jurang neraka. Didalam hadits Mu'adz radhiallahu anhu tatkala Beliau bertanya kepada NabiShallallahu Alaihi wa aalihi wasallam:

apakah kami akan disiksa dengan apa yang kami ucapkan? Maka jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” ثكلتك أمك يا معاذ. وهل يكبّ الناس في النار على وجوههم إلا حصائدُ ألسنتهم ” ( رواه الترمذي).

"engkau telah keliru wahai Mu'adz, tidaklah manusia dilemparkan ke Neraka diatas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka."

(HR.Tirmidzi,An-Nasaai dan Ibnu Majah)

12- Berhati-hatilah -semoga Allah menjagamu- dari menghadiri majelis yang buruk dan berbaur dengan para pelakunya, dan bersegeralah-semoga Allah menjagamu- menuju majelis yang penuh dengan keutamaan, kebaikan dan keberuntungan.

13- Jika engkau duduk sendiri dalam suatu majelis, atau bersama dengan sebagian saudarimu, maka senantiasalah untuk berdzikir mengingat Allah ‘azza wajalla dalam setiap keadaanmu sehingga engkau kembali dalam keadaan mendapatkan kebaikan dan mendapatkan pahala. Allah ‘azza wajalla berfirman:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم “. (آل عمران: الآية 191)

Artinya: "(yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri,atau duduk,atau dalam keadaan berbaring" (QS..ali 'imran :191)

14- Jika engkau hendak berdiri keluar dari majelis, maka ingatlah untuk selalu mengucapkan:

” سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك “.

"maha suci Engkau ya Allah dan bagimu segala pujian,aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu"

Sehingga diampuni bagimu segala kesalahanmu di dalam majelis tersebut.

Tuesday, November 9, 2010

15 Anugerah Allah pada Wanita

Oleh : Mohd Yusof Hadhari Bin Saidon

Pada suatu ketika di Madinah, Rasulullah s.a.w. Keluar mengiringi jenazah. Baginda dapati beberapa orang wanita dalam majlis tersebut. Lalu Baginda bertanya, “Adakah kamu menyembahyangkan mayat?

” Jawab mereka,”Tidak” Sabda Baginda “Seeloknya kamu sekalian tidak perlu ziarah Dan tidak Ada pahala bagi kamu. Tetapi tinggallah di rumah Dan berkhidmatlah kepada suami nescaya pahalanya sama dengan ibadat kaum orang lelaki.

2. Wanita yang memerah susu binatang dengan ‘Bismillah’ akan didoakan oleh binatang itu dengan DOA keberkatan.

3. Wanita yang menguli tepung gandum dengan ‘Bismillah’, Allah akan berkatkan rezekinya.

4. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti menyapu lantai di Baitullah ( Kaabah).

5. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan membinakan 7 parit di antara dirinya dengan api neraka, jarak di antara parit itu ialah sejauh langit Dan bumi.”

6. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang, Allah akan mencatatkan untuknya perbuatan baik sebanyak utas benang yang dibuat Dan memadamkan seratus perbuatan jahat.”

7. “Wahai Fatimah, untuk setiap wanita yang menganyam akan benang dibuatnya, Allah telah menentukan satu tempat khas untuknya di atas tahta di Hari akhirat.”

8. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang memintal benang Dan kemudian dibuat pakaian untuk anak-anaknya maka Allah akan mencatit baginya ganjaran sama seperti orang yang memberi makan kepada 1000 orang lapar Dan memberi pakaian kepada 1000 orang yang tidak berpakaian.”

9. “Wahai Fatimah, bagi setiap wanita yang meminyakkan rambut anaknya, menyikatnya, mencuci pakaian mereka Dan mencuci akan diri anaknya itu, Allah akan mencatatkan untuknya pekerjaan baik sebanyak helai rambut mereka Dan memadamkan sebanyak itu pula pekerjaan jahat Dan menjadikan dirinya kelihatan berseri di Mata orang-orang yang memerhatikannya.”

10. Sabda Nabi s.a.w. : ” Ya Fatimah setiap wanita meminyakkan rambut Dan janggut suaminya, memotong misai Dan mengerat kukunya, Allah akan memberi minum kepadanya dari sungai-sungai serta diringankan Allah baginya sakaratul maut Dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman daripada taman-taman syurga Dan dicatatkan Allah baginya kelepasan dari api neraka Dan selamatlah IA melintas Titian Shiratul Mustaqim.”

11. Jika suami mengajarkan atau menerangkan kepada isterinya satu masalah agama atau dunia dia akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

12. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar Dan berjuang ke jalan Allah Dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat Dan bidadari Dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga Dan menunggu kedatangan suaminya dengan menunggang kuda yang diperbuat daripada permata yakut.

13. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah. Dunia ini adalah perhiasan Dan sebaik-baik perhiasan ialah wanita (isteri) yang solehah.

14. Salah satu tanda keberkatan wanita itu ialah cepat perkahwinannya, cepat pula kehamilannya Dan ringan pula maharnya (mas kahwin).

15. Sebaik-baik wanita ialah wanita (isteri) yang apabila engkau memandang kepadanya IA menggembirakan kamu, jika engkau memerintahnya IA mentaati perintah tersebut Dan jika engkau bermusafir dia menjaga harta engkau Dan dirinya. Maksud hadis: Dunia yang paling aku sukai ialah wanita solehah.

Tuesday, September 7, 2010

Wanita : Taqlid (Ikut-Ikutan/Meniru)

oleh : Said Abdul Aziz al-Jandul

Berikut ini wahai saudariku perempuan muslimah, akan saya uraikan masalah ini agar saudari mengerti bahaya taqlid buta yang tidak berguna, dan anda mengetahui bahwa keanggunan perempuan itu terdapat pada sikap malunya, nilai dan harga dirinya itu terdapat pada sikap kesopanannya, dengan hilangnya ciri-ciri khas berharga itu berarti ia kehilangan barang yang paling berharga yang ia miliki dalam kehidupan ini.

Anda, wahai perempuan muslimah, adalah salah satu individu dari sekian individu yang ada di masyarakat, maka kesalihanmu adalah bagian dari kesalihan mereka, dan kerusakanmu –semoga Allah tidak menghendakinya- adalah bagian dari kerusakannya. Engkau adalah batu bata pertama (unsur yang paling menentukan) di dalam membangun suatu keluarga yang shalih.

Kalau lah suatu masyarakat selalu bersandar kepada persekolahan (madrasah) sebagai suatu lembaga sosial yang berperanan langsung di dalam mengarahkan generasi menuju kebaikan, maka sesungguhnya masyarakat lebih bergantung dan bersandar kepadamu, karena engkaulah ikutan tertinggi bagi tunas yang baru muncul, putra dan putrimu. Lalu engkau jua lah teladan yang baik bagi sesamamu dari kaum perempuan, tetanggamu dan setiap orang yang berada di sekitarmu. Teladan di dalam budi pekerti (akhlaq) dan di dalam setiap perilakumu baik yang khusus maupun umum. Dan ketika engkau menjadi sosok perempuan teladan yang shalih, maka itu berarti engkau telah membayar cukai untuk negerimu yang engkau nikmati segala kenikmatannya, dan berarti engkau sedang menunaikan kewajiban terhadap masyarakatmu yang menganggapmu sebagai bagian darinya.

Hal yang mendorong penulis untuk membicarakan masalah ini adalah kebejadan moral kaum perempuan muslimah yang terjadi di berbagai belahan negeri muslim dan tenggelamnya mereka di dalam lembah nafsu syahwat, tradisi kehidupan bertaklid kepada perempuan non muslimah tanpa memikirkan apa yang baik dan apa yang tidak. Indikasi-indikasi yang saya lihat di negeri ini (kota Suci tempat kelahiran Islam) berupa upaya-upaya bertaklid kepada tradisi-tradisi yang tidak diakui oleh ‘urf (budaya setempat), dan tidak dibenarkan pula oleh agama, juga karena penulis merasa khawatir kalau wabak menular ini menyebar secara luas hingga sulit dicarikan jalan penyelesain nya di masa-masa yang akan datang dan kita terjerumus ke dalam berbagai masalah yang telah dialami oleh berbagai bangsa di mana kita tidak menghendakinya.

Sesungguhnya penulis di kala membicarakan kepada saudara tentang masalah ini, ingin mengingatkan saudari bahwasanya Islam yang kita banggakan itu sangat peduli dan mengharapkan agar setiap perempuan muslimah itu menjadi ikutan tertinggi dan teladan bagi semua kaum perempuan yang ada di dunia ini, di dalam keshalihan dan kesuciannya, kecerdasan dan keilmuannya, kemuliaan dan kejauhan pandangannya di dalam memahami kemuliaan itu.

Dan sesungguhnya berbudaya atau berperadaban itu tidak terletak pada membuka kepala, kedua lengan tangan, dada, betis dan pamer jasad lepas dari pakaian dan rasa malu, juga tidak terletak pada ikhtilat (pembauran) dengan lawan jenis di jalan-jalan raya, di dalam pertemuan-pertemuan dan gedung-gedung pertunjukkan; dan tidak pula terletak pada melencengnya perempuan dari tabiat keperempuanannya atau mengingkari nilai-nilai moral luhur dan jauh dari ajaran-ajaran Islam.

Namun berbudaya dan berperadaban itu terletak pada ilmu yang membuahkan amal, kefahaman yang diiringi pelaksanaan dan beriman atau meyakini bahwa perempuan di dalam kehidupan ini mempunyai pekerjaan yang harus ia lakukan dalam batas-batas kehormatan, kesucian, rasa malu dan dalam lingkup etika-etika umum yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kepada semua umat manusia.

Adapun bertaklid secara membabi buta dan melampaui batas-batas kemuliaan dengan peradaban palsu, itu pada hakikatnya bukan peradaban melainkan rasa tidak malu, perbuatan menuruti hawa nafsu dan merupakan upaya dari orang-orang berjiwa jahat untuk menjadikan perempuan sebagai alat penghibur yang pada akhirnya mereka tidak akan peduli terhadap berbagai masalah yang ditanggung oleh kaum perempuan, termasuk masalah kehormatan dan martabatnya.

Maka dari itu penulis mengingatkanmu wahai saudariku untuk tidak terjerumus ke dalam kancah yang tidak layak bagimu dan hendaknya saudari mengambil pelajaran dari kerosakasn moral yang menimpa kebanyakan masyarakat sebagai akibat taklid buta. Pepatah mengatakan: Orang yang berbahagia itu adalah orang yang pandai mengambil pelajaran dari orang lain.

Friday, September 3, 2010

Untuk Menjadikan Isteri-isteri Sentiasa 'Dara'

http://zahraannur.files.wordpress.com/2007/04/409696673_78fde0091f.jpg

petua Dari Dr. Fatimah Az-Zahra

Ustazah menurunkan petua untuk kaum ibu menjaga diri agar sentiasa jadi macam 'abqaro' menurut ayat di dalam Surah al-Waqiah.('Abqaro' ini bermaksud perawan yang sentiasa menjadi perawan) Ayat ini elok untuk diamalkan setiap hari oleh kaum ibu untuk menjaga kesihatan luar dan dalam.

Caranya:
Lepas solat Isya', ambil air segelas, baca Al-Fatihah sekali, Ayatul Qursi sekali dan Surah Al-Waqiah ayat 35-38 sebanyak 7 kali. Tiup dalam air dan minum. Niat dlm hati utk menjaga kecantikan diri & utk kebahagiaan rumahtangga.
Makna surah Al-Waqiah ayat 35-38:


(56.35) Sesungguhnya Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa,

(56.36) Serta Kami jadikan mereka sentiasa dara (yang tidak pernah disentuh),

(56.37) Yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya,

(56.38) (Semuanya itu disediakan) bagi puak kanan.

Tuesday, August 31, 2010

Perempuan yang Dicerai dan Tidak Perlu Ber’iddah

Perempuan yang tidak perlu ber’iddah ialah perempuan yang setelah akad nikah selesai lalu ditalak sebelum suami mencampurinya. Dalilnya adalah firman Allah Subhaanahu Wata'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu menikahi perempuan-perempuan yang beriman, kemudian kamu ceraikan mereka sebelum kamu mencampurinya maka sekali-kali tidak wajib atas mereka ‘iddah bagimu yang kamu minta menyempurnakannya.” (Al-Ahzab: 49).

Monday, August 23, 2010

Perempuan Muslimah Menikah Dengan Lelaki Kafir (Non Muslim)

oleh : Said Abdul Aziz al-Jandul

Sering sekali muncul pertanyaan seputar: “Kenapa Islam memperbolehkan lelaki muslim menikah dengan perempuan non muslimah, namun tidak memperbolehkan perempuan muslimah dinikahi oleh lelaki non muslim?”

Untuk menjawab pertanyaan di atas butuh sedikit penjelasan yang lebih detail. Hal pertama yang perlu kita ketahui di dalam masalah ini adalah bahwa Islam telah mengharamkan seorang lelaki muslim menikah dengan seorang perempuan yang tidak beriman kepada Allah atau dengan seorang perempuan yang menganut faham paganis (penyembah berhala).

Demikian pula, Islam mengharamkan perempuan muslimah menikah dengan seorang lelaki yang tidak beriman kepada Allah atau dengan lelaki penyembah berhala. Yang demikian itu karena akidah seorang muslim itu tidak menghormati kepercayaan dan keyakinan orang-orang kafir ataupun hal-hal yang dipandng suci oleh orang-orang musyrik.

Sedangkan Islam mengupayakan agar kehidupan suami-istri itu dibangun di atas dasar rasa cinta, saling mengormati dan keharmonisan. Dasar kehidupan seperti ini tidak akan terwujud dengan adanya perbedaan yang cukup besar di dalam kepercayaan-kepercayaan ideologis dan tidak akan tercapai dengan adanya kemustahilan adanya titik temu tentang ideologi dalam rangka merealisasikan kebahagiaan berumah-tangga.

Hal lain lagi, adalah bahwasanya ketika seorang muslim terikat dengan seorang perempuan penyembah berhala (paganis) atau kafir, atau seorang perempuan muslimah terikat dengan seorang suami kafir atau penyembah berhala bisa terpengaruh dengan aqidah batilnya karena rasa kasih-sayang di antara keduanya sebagai pasangan suami-istri, maka akibatnya adalah penyimpangan dari agama yang shahih (benar) menjadi penganut aqidah palsu (batil) atau kepercayaan yang sesat. Maka dari itu Islam mengharamkan pernikahan seorang muslim atau muslimah dengan orang yang berbeda agama (kafir atau musyrik).

Setelah kita ketahui pandangan Islam dalam pengharaman pernikahan seperti itu, kita temukan pula bahwa Islam mengharamkan perempuan muslimah menikah dengan dengan lelaki yahudi atau nasrani. Sebabnya adalah bahwa masing-masing si yahudi maupun si nasrani itu tidak beriman kepada Islam, tidak beriman kepada Al-Qur’an dan tidak pula mengakui bahwa Muhammad adalah utusan Allah; dan dari sinilah muncul perselisihan dan pertikaian, maka terputuslah ikatan pernikahan, di samping sang suami mempunyai pengaruh terhadap keyakinan (aqidah) istrinya karena posisinya sebagai kepala rumah tangga dan karena perasaan lemah sang istri di hadapan suami adalah merupakan sesuatu yang dapat menyebabkan istri berpindah agama, dari agama yang shahih ke agama yang telah dinodai penyimpangan dan perubahan. Hal lain lagi adalah bahawasanya Allah Subhaanahu Wata'ala telah menghargai dan memuliakan perempuan muslimah dengan Islam, maka sangat tidak pantas kalau ia berada di bawah kekuasaan seorang lelaki kafir yang melecehkan aqidah dan menoreh kehormatannya.

Sekalipun Islam telah mengharamkan pernikahan seperti itu, namun ia membolehkan kepada lelaki muslim menikahi perempuan yahudi atau nasrani. Sebabnya adalah bahwa seorang lelaki muslim itu menghormati Nabi Musa dan Nabi Isa ‘alaihis salam, serta beriman bahwa keduanya adalah utusan Allah (Rasul-Nya), maka dari sisi ini sang istri tidak merasakan adanya sesuatu yang membuatnya tidak suka terhadap suaminya, sekalipun berbeda agama, apabila ia masih ingin tetap bersamanya dengan tetap pada agamanya. Islam juga memberikan kesempatan luas kepada si istri untuk mengenal Islam lebih jauh, yang barang kali dengan cara itu ia dapat terbimbing untuk masuk Islam secara suka rela, sehingga pernikahan seperti itu dapat menjadi penyelamat baginya daripada tetap menganut agama yang telah ternodai oleh tahrif (perubahan dan manipulasi manusia).

Sunday, August 22, 2010

Pesan Seorang Ibu

oleh : Said Abdul Aziz al-Jandul

Ada seorang ibu berwasiat (berpesan) kepada putrinya di kala pesta penikahannya, seraya berkata:

“Wahai putriku, sesungguhnya engkau telah meninggalkan suasana yang dari situ engkau keluar, dan engkau tinggalkan tempat di mana engkau dibesarkan. (Engkau pergi) menuju tempat tinggal yang belum engkau tempati (bersama) pendamping yang belum pernah engkau kenal. Maka bawalah sepuluh sifat pesan dariku sebagai bekal untukmu, yaitu:

Dampingilah ia (suamimu) dengan penuh kepuasan hati.

Pergaulilah ia dengan penuh rasa patuh dan ta’at.

Jagalahlah apa yang menjadi pusat perhatiannya.

Jangan sampai ia melihat suatu penampilan yang buruk darimu.

Kemudian, kenalilah waktu makannya,

Jagalah ketenangan di saat ia tidur (beristirahat),

karena terik panas udara itu menyengat dan susah tidur itu membuat marah.

Kemudian, hindarilah rasa gembira di hadapannya jika ia sedang sedih atau duka.

Jangan menampakkan kesedihan di sisinya di saat ia sedang gembira; sebab, yang pertama merupakan sikap kelalaian, sedangkan yang kedua adalah sikap pencemaran.

Jadilah engkau orang yang paling hormat kepadanya, niscaya ia menjadi orang yang paling menghargaimu,

Dan ketahuilah bahwa engkau tidak akan meraih apa yang engkau inginkan kecuali apabila engkau lebih mementingkan kesuakaannya atas kesukaanmu dan kesenangannya atas kesenanganmu terhadap apa yang kamu suka dan kamu benci. Dan Allah pasti memberikan yang terbaik untukmu.”

Friday, August 20, 2010

Dosa yang dianggap biasa : Memandang Wanita dengan Sengaja

MEMANDANG WANITA DENGAN SENGAJA

Allah berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur: 30)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda,

فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ [أَيْ إِلَى مَا حَرَّمَ اللهُ

“Adapun zina mata adalah melihat (kepada apa yang diharamkan Allah).”( Hadits marfu’ riwayat Imam Ahmad, 2/69; Shahihul Jami’, 3047.)

Tetapi dikecualikan dari hukum di atas, bila melihat wanita untuk keperluan yang dibolehkan syari’at. Misalnya, seorang laki-laki memandang kepada wanita yang akan dilamarnya, demikian pula dengan dokter kepada pasiennya.

Hal yang sama juga berlaku untuk wanita. Wanita diharamkan memandang kepada laki-laki bukan mahram dengan pandangan yang menyebabkan fitnah. Allah berfirman, “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” (An-Nur: 31)

Juga haram hukumnya memandang kepada laki-laki yang belum baligh dan laki-laki tampan dengan pandangan syahwat. Haram bagi laki-laki melihat aurat laki-laki lain. Hal yang sama juga berlaku antar sesama wanita. Dan setiap aurat yang tidak boleh dilihat, tidak boleh pula untuk dipegang meski dengan dilapisi kain.

Termasuk perdayaan syetan adalah melihat gambar-gambar porno, baik di majalah, film, televisi, video, internet dan sebagainya. Sebagian mereka berdalih, semua itu hanyalah sekedar gambar, tidak hakikat yang sebenarnya.

Namun bukankah sangat jelas bahwa semua itu berpotensi merusak (akhlak) dan membangkitkan nafsu birahi?

Thursday, August 19, 2010

Dosa Yang Dianggap Biasa - Berjabat Tangan Dengan Wanita Bukan Mahram

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid

Pada zaman sekarang, jabat tangan antara laki-laki dengan perempuan hampir sudah menjadi tradisi. Tradisi bejat itu mengalahkan akhlak Islami yang seharusnya ditegakkan.

Bahkan mereka menganggap kebiasaan itu jauh lebih baik dan lebih tinggi nilainya daripada syariat Allah yang mengharamkannya. Sehingga jika salah seorang dari mereka anda ajak dialog tentang hukum syariat, dengan dalil-dalil yang kuat dan jelas, tentu serta merta ia akan menuduh anda sebagai orang kolot,

ketinggalan zaman, kaku, sulit beradaptasi, ekstrim, hendak memutuskan tali silaturahmi, menggoyahkan niat baik …dan sebagainya.

Sehingga dalam masyarakat kita, berjabat tangan dengan anak (perempuan) paman atau bibi, dengan istri saudara atau isteri paman, baik dari pihak ayah maupun ibu lebih mudah daripada minum air.

Seandainya mereka melihat secara jernih dan penuh pengetahuan tentang bahaya persoalan tersebut menurut syara’, tentu mereka tidak akan melakukan hal tersebut.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh ditusuknya kepala salah seorang dari kalian dengan jarum dari besi lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”( Hadits riwayat Ath-Thabrani dalam Shahihul Jami’ hadits no. 4921.)

Kemudian tak diragukan lagi, hal ini termasuk zina tangan, sebagaimana disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina dan kemaluan pun berzina.”( Hadits Riwayat Ahmad, 1/412; Shahihul Jami’ hadits no. 4126.)

Dan adakah orang yang hatinya lebih bersih dari hati Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam? Namun begitu, beliau mengatakan,

إِنِّيْ لاَ أَمَسُّ أَيْدِيَ النِّسَاءِ.

“Sesungguhnya aku tidak menyentuh tangan wanita.”( Hadits riwayat Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, 24/342, Shahihul Jami’, 70554, lihat Al-Ishabah, 4/354, cet Darul Kitab Al-Arabi.)

إِنِّيْ لاَ أُصَافِحُ النِّسَاءَ.

“Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita.”( Hadits riwayat Ahmad, 6/357, dalam Shahihul Jami’ , hadits no. 2509.)

Dan dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dia berkata,

وَلاَ وَاللهِ، مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ n يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ غَيْرَ أَنَّهُ يُبَايِعْهُنَّ بِالْكَلاَمِ.

“Dan demi Allah, sungguh tangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak (pernah) menyentuh tangan perempuan sama sekali, tetapi beliau membai’at mereka dengan perkataan.”( Hadits riwayat Muslim, 3/1489.)

Hendaknya takut kepada Allah, orang-orang yang mengancam cerai isterinya yang shalihah karena tidak mau berjabat tangan dengan saudara-saudara iparnya. Perlu juga diketahui, berjabat tangan dengan lawan jenis meski memakai alas (kaos tangan) hukumnya tetap haram.

Monday, August 16, 2010

Hukum wanita menari di khalayak ramai

Ulama syafie berpendapat asal kepada hukum menari adalah harus. Ini adalah berdasarkan hadis berikut yang diriwayat oleh Aisyah:

جاء حبشة يزفنون في يوم عيد في المسجد فدعاني النبي صلى الله عليه وسلم فوضعت رأسي على منكبه فجعلت أنظر إلي لعبهم حتى كنت أنا التي أنصرف عن النظر إليهم
“Orang-orang habsyah datang menari pada hari raya di Masjid. Aku pun mengajak baginda saw melihatnya bersama. Aku meletakkan kepala di bahunya sambil melihat permainan mereka sehingga aku berpaling dari melihat mereka.” (Hr Muslim – sahih)

Ulama Syafie mensyaratka pengharusan menari bagi lelaki dan perempuan sekiranya tidak ada pergerakan lemah gemalai. Kalau ada pergerakan sedemikian , maka hukumnya haram kepada lelaki kerana seperti perbuatan khunsa dan perempuan dikhalayak lelaki kerana boleh membawa fitnah.

Adapun bagi mazhab hanafi, maliki, hambali dan al-Qaffal, mereka mengatakan asal hukum menari adalah makruh. Ini kerana menari adalah perkara yang hina dan menjatuhkan maruah. Mereka menyatakan hadis tarian orang habsyah itu adalah maksudnya bermain senjata. Ini berdasarkan hadis berikut:

ويلعبون عند رسول الله بحرابهم
“Mereka bermain tombak di hadapan Rasulullah saw.” (Hr Muslim – sahih)

Hukum makruh adalah sekiranya tidak disertai perkara yang haram seperti minum arak, buka aurat dan sebagainya. Jika ada maka semuanya mengatakan haram.

Bila kita melihat kembali kepada soalan dan kejadian yang berlaku, bagaimana wanita yang lengkap menutup aurat menari dikhayak ramai.

Berdasarkan mazhab Syafie jelas ianya haram kerana ia terdapat gerakan lemah gemalai dan menggerakkan anggota yang menimbulkan fitnah seperti punggung.

Bagi mazhab lain kita lihat pada hukum wanita menari penuh lemah gemalai mengerakkan seluruh anggotanya termasuklah pinggulnya dihadapan lelaki . Kita melihat dari beberapa sudut:

1. Islam mengharamkan menampakkan susuh tubuh dibahagian dada dan pinggul. Ini jelas dari hadis berikut:

وأمر امرأتك أن تجعل تحته ثوبا لا يصفها
“Perintahkan isterimu (Dihyah al-Kalbi) memakai pakaian disebalik pakaian luar supaya tidak menampakkan bentuk tubuhnya. (Hr Abu Daud, al-Baihaqi dan al-Hakim)

Dan juga hadis Nabi saw:

مرها فلتجعل تحتها غلالة ، إني أخاف أن تصف حجم عظامها
“Suruh isterimu meletakkan pakaian disebalik pakaian luar, kerana aku takut ia menampakkan bentuk tubuhnya.” (Hr Ahmad)

# Menampakkan bentuk tubuh disebalik pakaian pun haram, bagaimana pula menggerakkan bahagian dada dan pinggul dihadapan lelaki?

2. Islam menegah wanita melunakkan suara berdasarkan Firman Allah swt:

فلا تخضعن بالقول
“Janganlah wanita itu melunakkan suaranya.” (32 : al-Ahzab)

Tegahan melunakkan suara adalah untuk mengelakkan dari wanita itu menimbulkan fitnah. Kalau kita bandingkan perempuan yang melunakkan suara dihadapan kita lelaki dan wanita yang menutup aurat melenggokkan dada dan pinggulnya. Mana yang lebih menimbulkan fitnah?

3. Islam telah menegah wanita menghentak kakinya dihadapan orang lelaki

Firman Allah swt:

ولا يضربن بأرجلهن
Imam Qurtubi mentafsir ayat ini “Jangalah wanita itu menhentak kakinya ketika berjalan untuk memperdengarkan bunyi gelang kakinya. Memperdengarkan bunyi perhiasan adalah seperti menunjukkan perhiasan (aurat) malah lebih dahsyat. Tujuannya adalah melindungi."

Imam az-Zujaj berkata “Mendengar bunyi perhiasan (gelang kaki) lebih menaikkan syahwat dari menunjukkan perhiasan”

# mana lebih yang lebih menaikkan syahwat? Perempuan yang mendengarkan bunyi perhiasannya atau yang melengang lenggok tubuh badannya dihadapan orang lelaki?

Kesimpulan: Jelas sekali wanita menari dengan lemah gemalai dan meliukkan tubuh badannya adalah perkara yang ditegah sama sekali. Menontonnya adalah dilarang berdasarkan Firman Allah:

قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم
“Katakan kepada orang beriman hendaklah menjaga pandangan mereka.” (30 : an-Nur)

Nabi saw bersabda:

والعينان زناهما النظر
"Dan zina dua mata adalah melihat perkara yang diharamkan."
(Hr Bukhari dan muslim)

Menganjurkan perkara yang haram juga dilarang. Mengupah wanita untuk menari sebegini juga dilarang. Pengarang kitab Mausu’ah Kuwaitiah berkata:

“Tidak ada khilaf dikalangan ulama mengatakan bahawa mengupah terhadap perkara yang haram adalah haram.”

Adapun orang yang menghadirinya adalah hukumnya jelas dari apa yg disebut didalam kitab مغني المحتاج:

“Dan sekiranya kehadiran seseorang itu ke majlis tidak menghilangkan kemungkaran yang ada, diharamkan untuk dia datang kerana ianya seumpama reda dengan kemungkaran.”

Sunday, August 8, 2010

Hukum berkait dengan hubungan susuan

Persamaan hukum persaudaraan susuan (anak susu, ibu susu, saudara susu, pakcik susu dan lain2) dengan persaudaran darah (kelahiran) adalah dari sebahagian sudut. Bukannya semua sudut.

Hukum yang disabitkan dengan susuan

1. Pernikahan.

Seorang itu diharamkan berkahwin dengan ibu susu dan saudara perempuan susuan. Ini jelas dari Firman Allah s.w.t:

Maksudnya: "Dan diharamkan berkahwin dengan perempuan yang menyusukan kamu dan saudara2 susuan kamu..."(23: an: Nisaa)

Bukan sahaja mereka berdua sahaja malah semua yang diharamkan dalam hubungan darah adalah diharamkan dalam hubungan susuan seperti bapa saudara susuan, datuk susuan, ayah susuan dan lain2. Ini berdasarkan hadis berikut:

يحرم من الرضاع ما يحرم من الولادة

Maksudnya: Diharamkan berkahwin disebabkan susuan seperti mana diharamkan dengan sebab melahirkan anak.(Hr Muslim)
2- Boleh melihat tanpa syahwat.

3- Boleh berkhalwat.

Ini berdasarkan hadis berikut:

Aisyah berkata "Aflah bin Qu'ais meminta izin untk masuk berjumpa denganku tetapi aku tidak mengizinknnya. Maka dia memberitahu bahawa dia adalah pakcik susuanku kerana isteri saudaranya telah menyusukanku. Aku tetap tidak mengizinkannya dan aku memberitahu Rasulullah perkara ini bila baginda balik. Rasulullah bersabda:

ليدخل عليك فإنه عمك

Maksudnya: "Benarkan dia masuk kerana sesungguhnya dia adalah pakcik susuanmu." (Hr Muslim)

4- Bermusafir dgn mereka.

Sepertimana diketahui wanita dilarang bermusafir menurut pendapat jumhur tanpa suami dan mahram. Saudara susuan adalah termasuk mahram

5- Wuduk tidak batal apabila bersentuhan diantara kulit seseorang dengan saudara susuannya.
Hukum yang tidak disabitkan dengan susuan

1. Harta pusaka: Hubungan susuan tidak layak menerima pusaka.

2. Kewajipan nafkah: Hubungan susuan tidak wajb memberi nafkah.

3. Wali Nikah: Ayah susu dan seumpamanya tidak boleh menjadi wali nikah kepada anak susuannya.

4. Penjagaan anak (hadanah): Ibu susu tidak diwajibkan menjaga anak susuan.

5. Pembebasan hamba dengan pemilikan hamba: Seseorang itu wajib menebus ayahnya yang hamba jika boleh ditebus. Namun bagi anak susu hanyalah sunat dia membebaskan ayah susuannya yg boleh ditebus.

6. Menanggung bayaran diat: Saudara susuan tidak wajib membayar diat saudara susuannya seperti saudara kandungnya.

7. Gugur bunuh balas: Seorang bapa tidak dibunuh bila dia membunuh anak kandungnya. adapun bapa susuan akan dibunuh apabila dia membunuh anak susuannya.

8. Ditolak penyaksian: Seseorang tidak boleh menjadi saksi kepada saudara kandungnya. Saudara susuan tidak termasuk dalam hukum ini.

Rujukan: ar-Roda3 al-Muharram oleh Abdullah Abdul Mun3im Abdul Latif.

Friday, August 6, 2010

Hukum Wanita Mewarna Rambut, Kening dan Tangan

Soalan: Apakah harus bagi seorang perempuan mewarna rambut, kening dan tangannya?

Jawapan:Prof Dr Hasan Abu Gaddah berkata:

Diharuskan bagi wanita untuk mewarnakan rambut, keningnya dan tangannya dengan inai atau sebagainya yang dianggap sebagai perhiasan dan tidak menyebabkan kemudaratan pada tubuh. Lebih2 lagi rambutnya sudah beruban. Mewarna rambut adalah dari perhiasan yang diharuskan. Ia diperlukan oleh seorang wanita untuk dirinya, suaminya atau kawan perempuannya.

Dilarang mewarna rambut yang mengubah warna asal sekiranya dengan tujuan untuk menipu dan memperdaya. Ini berdasarjan hadis sahih riwayat imam Muslim:


مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
“Sesiapa yang menipu kami maka bukan tergolong dikalangan kami yang sempurna.”

Dilarang juga mewarna rambut sekiranya untuk mengikuti stail orang-orang yang melakukan kejahatan. Ini adalah berdasarkan hadis:


مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُم
“Sesiapa yang meniru perbuatan satu kamu maka dia tergolongan dikalangan mereka.”

(Hr Ahmad dan Abu Daud – al-Iraqi mengatkan hadis ini sahih)

Friday, July 30, 2010

Bernikah Dengan Wanita Hamil

Ulama berkata berkenaan dengan menikahi wanita yang hamil:Kalaulah kehamilan kerana zina ada dua pendapat berkenaan dengan hukum akad nikah yang dijalankan:-

Pertama: Batal akad nikahnya. Ini adalah pendapat mazhab Hambali, Maliki dan kebanyakan para ulama.

Kedua: Sah akad nikahnya. Namun tidak boleh berjimak dengan wanita tersebut sehinggalah dia melahirkan anak. Ini adalah pendapat Syafie dan Abu Hanifah.

Dalil dalam masalah ini adalah hadis Nabi s.a.w:

Maksudnya: Sesiapa yang beriman dengan Allah dan hari akhirat janganlah air maninya disiramkan pada anak orang lain.(Hr Tirmizi -Hasan)

Ulama berkata:sesiapa yang berkahwin dengan wanita yang dia berzina dengannya, dia boleh berjimak dengannya walaupun perempuan tadi sudah hamil kerana kehamilan itu daripadanya dan tidak termasuk larangan menyiram air mani ke pada anak orang lain.

Sekiranya dia berkahwin dengan orang yang berzina dengan orang lain dan tidak mengandung maka dia boleh berjimak dengannya selepas akad nikah. Adapun sekiranya wanita yang dinikahi itu hamil daripada orang lain maka hukumnya telah lepas iaitu dua pendapat.

Thursday, July 15, 2010

Betapa Beruntungnya Menjadi Wanita

Oleh: AKHISALMAN

Ini adalah diantara kelebihan wanita yg diberi oleh Islam.

1. Syurga sesiapa yg menjaga wanita dgn baik.Nabi bersabda: Sesiapa yg mempunyai 3 orng saudara perempuan, 2 orng anak perempuan atau 2 org saudara perempuan dan dia menyemai adab2 yg baik pd mereka, mengelokkan hubungan dgn mereka dan mengahwinkan mereka maka ganjarannya adalah syurga. (HR Abu Daud, Tirmizi dll)

Nabi juga bersabda:
من عال جاريتين حتى تبلغا جاء يوم القيامة، أنا وهو كهاتين ،وضم أصابعه
Maksudnya:Sesiapa yg menjaga dua org anak perempuan sehingga mereka baligh maka dia akan datang di hari kiamat dan hubungan aku dengannya seumpama dua jari ni. Lalu baginda merapatkn jari jemarinya. (HR MUslim)

2. Larangan berkeras pd wanita.
Nabi bersabda:

لا تكرهو النساء فإنها المؤنسات الغاليات
Maksudnya: Janganlah kamu memaksa wanita maka sesungguhnya mereka adalah penghibur hati yg tinggi harganya. (HR THabrani).

bersabar dan bertindak dgn cara elok bila berhadapan dgn karenah mereka..

3. Menghiasi mereka dgn perhiasan.
Nabi bersabda:Hendaklah kamu kahwinkan anak2 laki dan perempuan kamu. Hiasilah anak2 perempuanmu dgn emas dan perak. Berilah pakaian yg elok pd mereka. Berilah mahar yg baik pd mereka untuk menggalakkan mereka berkahwin. (HR Dailami)

4. Berkomunikasi dgn wanita dgn cara yg baik

استوصوا بالنساء،فإن المرأة خلقت من ضلع، وأن أعوج شيء في الضلع أعلاه، فإن ذهبت تقيمه كسرته، وإن تركته لم يزل أعوج، فاستوصوا بالنساء خيرا

Maksudnya: Berpesanlah2 pd wanita..Maka sesungguhnya wanita dicipta dr tulang rusuk, Sesungguhnya tulang rusuk yg plng bengkok adalah yg plng atas. Mk sekiranya kamu cuba berkeras meluruskan tulang tersebut ia akan patah, jika kamu biarkan maka dia akan terus bengkok, berpesan2lah pd wanita dgn cara yg baik.(HR Bukhari dan MUslim)

Nabi bersabda: Sesipa yg memuliakan wanita maka dia org mulia, sesipa yg menghina wanita dia org yg hina. (HR Ibnu Asakir)

oleh tu pd lelaki sekalian (termasuklah diriku) hendaklah kamu berkomunikasi dgn wanita (ketika perlu) dgn cara yg baik. jgn berkasar pd mereka dan terimalah maaf dr mereka..

5. Dicintai oleh Nabi s.a.w
Nabi bersabda:

حبب إلي من دنياكم: النساء والطيب وجعلت قرة عيني في الصلاة
Maksudnya: Perkara yg kusukai di dunia ni adalah wanita, wangian dan dijadikan penyejuk hati di dalam solat.(HR Nasai)

Ni menunjukkan taraf yg tinggi yg diberikan Islam pd wanita.

Dialah peneman waktu bersendirian..
penghibur waktu kesedihan..
peringan beban2 dan kesusahan..
pengelak dr membuat maksiat pd tuhan..
penambah semngat utk buat ketaatan..
penguat semangat ketika dlm kelemahan..
pembantu dlm perjuangan..
penyelesai bg segala permasahan..
penampung bg kekurangan..
penegur ketika lakukan kesalahan..
dialah anugerah tuhan
puisiku untk insan yg brgelar wanita.

Wednesday, July 14, 2010

Perempuan Yang Sembahyang Jumaat

Oleh: AKHISALMAN

Sy sering ditanya pasal perempuan yg pergi solat jumaat; adakah dia perlu menunaikan solat zuhur pulak. INi jawapannya:

Hukum solat JUmaat bg wanita

Tidak ada khilaf bahawa perempuan tidak diwajibkan solat jumaat. Ibnu Munzir telah berkata dlm kitabnya (Ijmak):"Telah bersepakat semua ulama yg kami tahu; tidak wajib solat jumaat kpd wanita."Dalilnya adalah hadis Nabi s.a.w:

(الجمعة حق واجب على كل مسلم في جماعة إلا أربعة:عبد مملوك أو إمراءة أو صبي أو مريض
Maksudnya: Solat JUmaat adlh hak yg wajib bg setiap Muslim secara berjemaah melainkan 4 golongan: 1. HAmba sahaya. 2. Perempuan. 3. Budak yg tak balig. 4. Pesakit. (HR Abu Daud).

Perempuan yg pergi solat jumaat

Perempuan dibenarkan pergi solat jumaat, walaupun sembahyang dirumah lebih baik. Ini berdasarkan hadis Nabi s.a.w:

( لاتمنعوا نساءكم المساجد وبيوتهن خير لهن)
Maksudnya: Jangan kamu tegah isteri dan anak perempuan kamu untk solat di mAsjid; Solat di rumah lebih baik bg mereka.(HR Abu Daud)

JIka mereka hendak ke masjid hendaklah mereka dlm keadaan yg tidak menimbulkan fitnah seperti memakai wangian dan sebagainnya. Nabi bersabda:

( لا تمنعوا إماء الله المساجد ولكن ليخرجن تفلات)
Maksudnya: Janganlah kamu tegah wanita2 di bawah tanggunganmu ke Masjid; tetapi hendak mereka keluar dengan tak memakai wangian.(Bukhari dan Muslim)

Ke masjid pun tak leh wangi2 inikan ke tempat2 yg lain..wanita hendaklah tidak menjadikan diri mereka fitnah pd lelaki..Lelaki pula jnganlah cuba menimbulkan fitnah pd diri wanita...BERHATI2LAH PD TIPU DAYA NAFSU DAN SYAITAN...BANYAK2 BERSERAH PD ALLAH..

Adakah perlu melakukan solat Zuhur?

PErempuan yg sudah solat jumaat tidak perlu solat Zuhur. IBnu Munzir berkata:

Para ulama telah bersepakat mana2 wanita yg telah solat jumaat maka itu mencukupi bgnya (tidak perlu buat solat zuhur); kerana gugur solat jumaat adalah satu keringanan bg mereka. Jika mereka buat yg lebih susah maka ianya memadai seperti org yg sakit.

Tuesday, June 29, 2010

Ciri-Ciri Wanita Solehah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQdwzfQ6AKpmt8BdmmjROuWxfChpBHQ9Jurjf_4vTH3dbTlMQMnMi5LuaFzYNgsIejh-FmrFFNkm8vQS-nA8O5hkwmsrJCets4Qvi81cqVvPc9evp84gc0KSgZDKN4xFXMaTx9FoAodik/s200/niqob.jpg


Rasulullah bersabda,'Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita solehah'. (Riwayat Muslim).*

Ciri-ciri wanita solehah.

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelaran solehah, dan seterusnya menerima habuan syurga yang penuh keni'matan dari Allah s.w.t. . Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat sahaja, iaitu:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1- Taat kepada Allah dan RasulNya

- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki ajnabi kecuali ada bersamanya mahramnya.
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan takwa
- Berbuat baik kepada dua ibubapa
- Sentiasa bersedekah samada dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki ajnabi
- Bersikap baik terhadap jiran tetangga

2. Taat kepada suami

- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya semasa suami tiada di rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fizikal dan kecantikannya serta kebersihan rumahtangga.

FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA

Apabila kita melihat bahawa punca rendahnya martabat wanita adalah datangnya dari faktor dalaman. Bukanlah faktor luaran atau yang berbentuk material sebagaiamana yang digembar-gemburkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1- Lupa mengingati Allah

Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan aktiviti luar atau memelihara anak-anak, maka tidak hairan jika ramai wanita yang tidak menyedari bahawa dirinya telah lalai dari mengingati Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syaitan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: Ertinya: " Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya."

Sabda Rasulullah s.a.w.: Ertinya: "Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang aku sampaikan." (Riwayat Tarmizi)

Mengingati Allah s.w.t. bukan sahaja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu, muzakrah atau sebagainya.

2- Mudah tertipu dengan keindahan dunia

Keindahan dunia dan keseronokkannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan setakat itu sahaja, malahan syaitan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelumang dengan dosa dan noda. Bukan sedikit yang sanggup menderhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana keni'matan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: Ertinya:" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh kerana itu tidakkah kamu berfikir."

Sunday, June 13, 2010

Nasib Seorang Emak

Mungkin ramai antara kita yang seharian sibuk mengejar kesenangan duniawi. Beribadah dah cukup lengkap. Solat tak pernah tinggal apa lagi sedekah amal jariah. Tetapi mungkin ada satu yang kita terlupa. Renungkanlah.


Bila seronok, aku cari….pasanganku
Bila sedih, aku cari….Mak
Bila berjaya, aku ceritakan pada….pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada….Mak
Bila bahagia, aku peluk erat….pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat….Emakku
Bila nak bercuti, aku bawa….pasanganku
Bila sibuk, aku hantar anak ke rumah….Mak
Bila sambut valentine.. Aku bagi hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu…aku cuma dapat ucapkan “Selamat Hari Ibu”
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. Mak ingat kat aku
Bila-bila… aku akan talipon pasanganku
Entah bila… aku nak talipon Mak
Selalu…aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah bila… aku nak belikan hadiah untuk Emak..

Renungkan:
“Kalau kau sudah habis belajar dan berkerja… bolehkah kau kirim wang untuk Mak? Mak bukan nak banyak… lima puluh ringgit sebulan pun cukuplah“. Berderai air mata jika kita mendengarnya.​.​.​.​.​.​.​.​

Tapi kalau Mak sudah tiada….

MAKKKKK…RINDU MAK…. RINDU SANGAT….
Dan akhir sekali berapa ramai yang sembahyangkn JENAZAH ibunya……

Thursday, June 10, 2010

Wanita Solehah, Hanya Yang Terbaik Untuk Lelaki


Titik permulaan segala sesuatu di sisi kita ialah menghidupkan umat Islam dengan ilmu dan tarbiyah Islamiyyah. Secara mudah, lelaki soleh dan wanita solehah adalah mereka yang bersedia memenuhi segala tuntutan Islam keatas mereka. Dua elemen inilah yang akan membentuk sebuah unit yang dinamakan keluarga. Keluarga pada tabi'inya adalah unit asas dalam sesebuah masyarakat dan merupakan unit yang paling penting dalam sesebuah masyarakat.


Dinyatakan di dalam kitab Fiqh al Sunnah bahawa Imam Tarmizi dan Imam Ibnu Majah meriwayatkan sabda Rasulullah SAW mengenai ayat 34 surah al Taubah semasa dalam satu perjalanan Rasulullah SAW bersama para sahabat, maka sebahagian para sahabat berkata "Telah ada ayat yang turun mengenai harta dan perak, maka sekiranya diketahui bahawa ada yang lain  yang lebih utama maka kami akan mengambilnya". Rasulullah bersabda : "Lidah yang selalu berzikir, hati yang sentiasa bersyukur dan isteri mukminah yang mengukuhkan iman suaminya".

Rasulullah SAW bersabda : "Bagi mukmin, tidak ada hal yang terlebih baik sesudah bertaqwa kepada Allah selain mendapat isteri yang solehah".

Rasulullah SAW juga bersabda : "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik berhiasan adalah wanita solehah"


Di dalam satu riwayat yang lain ada dinyatakan berkenaan perihal wanita solehah : "Apabila diperintahkan kepadanya, dia taat. Apabila melihat kepadanya akan menyenangkan. Apabila diberi janji, dia menerima dan apabila dia ditinggalkan, dia menjaga diri dan harta suaminya dengan baik".


Sabda Rasulullah SAW : "Janganlah kamu kahwin dengan perempuan kerana kecantikannya, barangkali kerana kecantikan itu membinasakannya. Janganlah kamu kahwin kerana hartanya, barangkali kekayaannya itu menyebabkan dia derhaka, tetapi kahwinlah dengan perempuan kerana agamanya. Sesungguhnya perempuan yang tidak berhidung lagi budak adalah lebih baik (daripada yang lain)."


Jawapan Rasulullah SAW ketika ditanya oleh kaum muslimat tentang jihad seharusnya dijadikan panduan bersama iaitu : "Sampaikanlah kepada perempuan-perempuan yang kamu temui bahawa taat kepada suami dan mengakui hak-haknya adalah sama dengannya (jihad di jalan Allah).


Wanita solehah perlu mempersiapkan diri dengan ilmu Islam yang secukupnya kerana kecintaan kepada ilmu dan kesungguhan dalam menimba ilmu adalah merupakan sifat para wanita solehah sejak zaman Rasulullah SAW. Sejarah menceritakan bagaimana luasnya ilmu yang ada pada Sayyidatina Aisyah dan betapa dalamnya ilmu yang ada pada Zainab. Keperibadian mulia, sikap berani dalam membela hak dan menegakkan keadilan menjadi ciri-ciri yang menghiasi perbadi dan mewarnai hidup seorang wanita solehah seperti yang ditunjukkan oleh Khaulah binti Tha'labah.
Wanita solehah itu, sifat malu membenteng diri, pergaulan yang dipagari, kecantikan bukan berada pada wajahnya, kemanisan bukan berada pada kemanjaannya, kemanisan bicara tidak menjadi daya penariknya yang bisa menggoyah iman kaum muslimin tetapi terletak pada perjuangannya menjaga dan memartabatkan agamanya. Kata orang, nafsu kata wanita cantik pada paras rupa, akal kata wanita cantik pada ilmu dan hati kata wanita cantik pada akhlaknya. Wanita solehah itu adalah yang menjaga kecantikan luaran dan mengutamakan kecantikan dalaman.


Wahai kaum lelaki, jangan terlalu mencari-cari dan menanti-nanti 'si solehah' yang diimpikan akan menjadi milik kita sebalik menjadikan diri kita benar-benar soleh serta sanggup memenuhi segala tuntutan Islam keatas kita adalah lebih utama. Sekiranya syarat ini dipenuhi pasti 'si solehah' yang diidamkan yang mencari dan menanti kita.
Related Posts with Thumbnails